1. Sebagai pemimpin dengan kompetensi kepemimpinan
dengan nilai lebih pada etika dan filsafat kepemimpinan yang didasari pada
sifat-sifat pemimpin adalah bagaimana seorang pemimpin harus bisa menerapkan
sifat-sifat seorang pemimpin yang bertaqwa, sehat, cakap, jujur, tegas, setia,
cerdik, berani, berilmu, efisien, disiplin dan manusiawi. Seorang pemimpin
berkewajiban untuk mengambil keputusan dalam situasi apapun, untuk mengarahkan tindakan dan untuk memberi
motivasi kepada bawahannya. Pengambilan keputusan oleh seorang pemimpin dalam
pelaksanaan kegiatan adalah hal yang sangat berat, karena sering menyangkut
kepentingan banyak orang. Maka pemimpin harus memilih di antara alternatif yang
ada dan kemungkinan implikasi atau akibat suatu pengamibilan keputusan akan
lebih mudah dijalani bila terjalin hubungan yang baik antara seorang pemimpin
dan bawahannya ataupun organisasi yang dipimpinnya, agar tidak ada konflik yang
terjadi antara bawahan dengan pemimpin dalam organisasi tersebut. Untuk
mendapatkan kematangan kompetensi, seorang pemimpin mampu menegakkan etika di
dalam dirinya, memikul amanah, setia kepada kesepakatan dan janji, bersikap teguh
dalam pendirian, jujur dalam memikul tugas dan tanggung jawab serta menolak
godaan dan peluang untuk menyimpang.
Selain itu pemimpin juga harus
mempunyai persepsi intropektif atau menilai dirinya sendiri sehingga dia bisa
mengetahui kekuatan, kelemahan dan tujuan yang baik baginya. Dan bila seorang
pemimpin sudah menguasai dan menerapkan etika dan filsafat serta sifat-sifat
seorang pemimpin yang di harapkan, maka pemimpin tersebut siap melayani masyarakatnya
atau organisai yang di pimpinnya dengan sistem kepemimpinan yang baik, efektif
dan efisien.
2. sikap dan perilaku yang saya lakukan
dalam komitmen kepemimpinan dengan nilai etika dan filsafat dalam kehidupan
saya sehari-hari adalah sebagai mahasiswa kita harus bisa mengatur dan
mengelola setiap aktivitas yang akan kita lakukan. Tugas dan tanggung jawabnya
adalah belajar, menerima dan memahami setiap mata kuliah yang di sampaikan oleh
dosen. Untuk itu kita sebagai mahasiswa, kepemimpinan situasional sangat di
perlukan dalam mengelola dan mengatur aktivitas yang kita lakukan di lingkungan
kampus, kita sebagai mahasiswa cenderung menerima gaya kepemimpinan yang
otoriter dan demokratis tetapi, dilingkungan tempat tinggal kita sudah
menggunakan gaya kepemimpinan yang liberal.
3. Usulan saya sebagai mahasiswa, pada
tingkat kematangan seorang pemimpin dalam sikap, perilaku dan pengambilan
keputusan adalah dengan cara terus belajar dan menerapkan sikap seorang
pemimpin yang baik pada diri kita. Dan sebagai mahasiswa calon pemimpin, kita
harus bisa bersifat efisien, displin, berani, pintar dan harus bisa memimpin
dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain, belajar mandiri serta mengerjakan
tugas yang di berikan dosen,sehingga kita bisa mencapai tujuan yang kita
inginkan.